Halaman

Selasa, 11 Desember 2012

Dazzling Girl ( Chapter IV )



Tittle                : Dazzling Girl ( Chapter IV)
      
Author             : Lee Hana

Main cast        : Kim Ki Bum, Rika ( Imaginary Cast ), Lee Jin Ki

Support Cast    : Lee Tae Min, Kim Jong Hyun, Choi Min Ho dan Shin Jung Eun.

Genre              : Romance and Friendship

Length             : Sequel

Rating              : PG-13


.......................

“Ma-maukah kamu menjadi kekasihku?” tanya Jinki gugup dengan mata menatap Rika.

Pandangan Rika berubah sendu. Entah kenapa ia sedih. “A-aku... aku....” Rika berpikir dan Jinki memandang penuh harap. “Aku tidak tahu. Bisakah Oppa menunggu jawabanku?”

Jinki terasa terhempas. Ia merasa sangat lemas, benar-benar lemas. “Wae? Apa kau menyukai namja lain? Jadi kau tidak menyukaiku?” tanya Jinki kecewa.

Aniyo!” sergah Rika cepat. “Tidak begitu. Aku hanya bingung saja. Kalau begitu tolong yakinkan aku Oppa! Yakinkan aku bahwa aku benar-benar menyukaimu, Jinki Oppa!”

Jinki terlihat berpikir sebentar kemudian memandang gadis di hadapannya dengan pandangan serius. Setelah beberapa lama berpikir pada akhirnya namja itu memberanikan dirinya untuk mendekatkan tubuhnya, membuat jantungnya melompat-lompat tak tentu. Rasanya Jinki begitu gugup. Benar-benar gugup bahkan membuat napasnya tertahan di paru-parunya.

Jinki melangkahkan kakinya perlahan. Satu, dua, tiga langkah hingga jarak di antara mereka hanya sekitar lima senti meter. Kemudian ia mulai menggandeng tangan Rika, menautkan jari-jarinya pada jari-jari Rika dan menggenggamnya dengan erat. Tidak sampai di situ saja, Jinki pun mulai memberanikan dirinya untuk mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu yang sudah tidak dapat bergerak lagi karena rasa gugupnya yang teramat sangat.


Dari jarak yang beberapa puluh senti menjadi beberapa mili saja. Sungguh Jinki begitu gugup, begitu juga Rika. Wajah Rika sudah panas. Warna merah telah memenuhi wajahnya, bahkan bibirnya pun tidak lagi bisa bergerak.

Tidak. Itu tidak terjadi, di saat bibir mereka hampir menempel Jinki mulai menjauhkan wajahnya kembali, meskipun kakinya masih belum beranjak. “Apa kau berdebar?” tanya Jinki tiba-tiba.

Rika mengangguk pelan kemudian tersenyum tipis. Gadis itu memeluk Jinki. “Saranghaeyo, Oppa,” ujarnya bahagia.

Jinki membalas pelukan Rika. “Aku juga.” Mereka berpelukkan untuk beberapa saat kemudian saling menjauh dengan wajah bahagia dari keduanya. “Apa kita sudah sah menjadi sepasang kekasih?”

Ne Oppa.”
______

Jinki menaiki sebuah motor dengan seorang gadis di belakangnya. Kali ini Rika tidak lagi menjaga jarak ataupun hanya memegang jaket Jinki untuk berpegangan, tetapi benar-benar melingkarkan tangannya pada pinggang kekasihnya dengan erat. Sepanjang jalan menuju sekolah gadis itu tersenyum bahagia, begitu pun Jinki. Rika menyandarkan kepalanya pada punggung namja yang begitu ia sayangi.

Pada hari-hari biasa yang ia gonceng adalah adik laki-lakinya, Taemin. Hanya karena hari ini adalah hari jadi mereka yang pertama, karena itu Jinki rela memohon pada Taemin untuk memakai motor mereka. Untungnya Taemin adalah anak yang pengertian, meski pun sedikit kesal karena harus berdesak-desakkan menaiki bus untuk pergi ke sekolah.

Bahkan sesampainya di sekolah mereka tidak segera berpisah untuk pergi ke kelas masing-masing. Jinki lebih dahulu mengantar Rika hingga gadis itu benar-benar masuk ke kelasnya, barulah setelah itu ia pergi menuju kelasnya sendiri.

______

Seorang namja memasuki gerbang sekolahnya dengan penampilan yang sungguh sangat berbeda. Seperti janjinya, ia berubah sekarang. Kini ia terlihat so manly.

Rambut cokelat yang menutupi lehernya ia potong rapi hingga seluruh lehernya terbuka. Poni yang hampir menutupi sebelah matanya kini sedikit dipotong untuk memperlihatkan matanya yang tajam itu serta alisnya yang tebal. Anting-anting di telinganya pun sudah ia buang jauh-jauh. Lebih dari itu, sekarang barang yang ia bawa rata-rata berwarna gelap seperti warna hitam bukan lagi merah muda.

Kibum berjalan dengan cara berjalannya seperti biasanya, dengan senyum merekah. Semua siswa tidak ada satu pun yang mengenali Kibum dengan penampilan barunya itu. Selain itu para siswi berdecak kagum dengan puji-pujian yang terlontar dari mulut mereka ketika Kibum berjalan melewati mereka.

Sampailah kibum di kelasnya. Di sana semua siswa memandang Kibum dengan raut terkejut, kagum, dan tidak percaya. Sekarang Kibum terlihat jauh dan jauh lebih tampan dari sebelumnya.

Begitu juga Rika, gadis yang Kibum suka. Ia terlihat sangat terkejut. Gadis itu terpaku. Ia memandangi Kibum yang sekarang mendatanginya.

Kini Kibum telah berdiri di hadapan yeoja itu. Ia tersenyum manis membuat Rika terpesona untuk beberapa saat sebelum pada akhirnya gadis itu tersadar. Rika menunduk. Ia tidak berani memandang wajah Kibum. Bukan karena ia takut terpikat oleh ketampanan Kibum yang sudah menjadi berkali-kali lipat, tetapi merasa bersalah dan takut.

Di saat seperti itu seorang Seongsaengnim masuk. Membuat semua siswa segera duduk di kursi masing-masing, termasuk Kim Kibum. Mereka memulai kegiatan belajar mengajar.

______

Bel istirahat telah berbunyi dan semua siswa bergegas pergi menuju kantin atau tempat lain hanya sekedar menghilangkan lelah atau pun mengisi perut mereka. Begitu juga Rika, ia segera beranjak menuju luar kelas, tetapi sebuah tangan mengenggam tangannya secara tiba-tiba dan menghentikan langkahnya.

Rika segera membalikkan tubuhnya untuk melihat seseorang yang tengah berdiri di belakangnya. “Ki- Kibum-ssi?” ujar Rika terbata.

“Kita ke kantin bersama ya?” ajak Kibum seraya menunjukkan senyum termanis yang ia miliki. Berusaha meluluhkan hati gadis di hadapannya.

Saat ini Minho lebih dahulu pergi ke kantin meninggalkan Kibum karena ia tahu perasaan Kibum. Minho teman yang baik, karenanya ia mengerti keinginan sahabatnya itu untuk mengajak Rika. Sedangkan Rika sendiri kini dalam keadaan bermusuhan dengan Jungeun.

Seseorang tiba-tiba masuk ke dalam kelas yang kini hanya tersisa dua orang di dalamnya, yaitu Kibum dan Rika. Bahkan saat ini Namja itu memandang dua buah tangan tengah bertaut.

Rika segera melepaskan tangannya dari genggaman Kibum. “ Oppa!”

Jinki menghampiri mereka dan berdiri tepat di samping kekasihnya itu. Ia menggandeng tangan Rika dengan erat. “Dia kekasihku sekarang. Jadi tolong jangan ganggu dia lagi!” ujar Kibum kemudian menarik Rika untuk menjauh.

Sedangkan gadis itu melihat Kibum sedih, dan Kibum pun menatap ke arah mereka berdua dengan begitu terkejutnya. Rasanya paru-parunya sudah tidak bekerja lagi dengan normal karena ia merasa sangat sesak dan sakit di dadanya. Kibum rasanya ingin terjatuh saat itu juga. Semua ini benar-benar membuatnya marah sekali.

Kibum merasa dipermainkan. Ia sekarang bahkan merasa dirinya itu bagaikan sampah yang tidak ada harganya, hingga membuat gadis itu mudah sekali menginjak-injak harga dirinya. Baginya ini sangat menyakitkan. Ia bahkan belum pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Karena itu Kibum bertekad membuat Rika menebus perasaan sakit itu.

______

Tidak seperti biasanya Rika yang meninggalkan kelasnya paling terkahir kini pergi lebih awal. Rika benar-benar takut jika ia kembali bertemu dengan Kibum seperti kemarin. Tetapi itu tidak ada gunanya ketika Kibum tiba-tiba datang dari arah berlawanan dan menyeretnya kembali ke kelas itu dengan cepat.

Sesampainya mereka di kelas, Kibum segera menutup pintu kelas dan mendekatkan dirinya pada Rika. Rika begitu ketakutan melihat tatapan Kibum yang begitu tajam dan penuh dengan amarah.

Gadis itu melangkah mundur ketika Kibum melangkah ke arahnya. Tetapi Kibum segera memegang kedua bahu gadis itu hingga menghentikan langkah gadis itu agar tidak dapat menjauh lagi. Mereka saling bertatap, dan Rika semakin ketakutan.

“Kenapa kau mempermainkanku? Bukankah aku sudah katakan untuk mengungguku? Kenapa kau tidak mau mengungguku sebentar saja?!” bentak Kibum hilang kendali dengan mata yang terbuka lebar hingga membuatnya terlihat begitu mengerikan.

“A-aku, aku minta maaf Kibum-ssi,” ujar Rika lirih.

“Bukankah aku sudah memohon? Kenapa kau tidak mau mendengarkan aku? Apa menurutmu aku itu bodoh? Atau idiot? Apa bagimu perasaanku ini palsu?”

Kini Rika tidak dapat berkata-kata lagi. Ia tahu ia salah, karenanya ia tidak membatah dan diam saja dengan mata berkaca-kaca karena rasa sedihnya.

“Kau harus menjadi milikku Rika-ssi,” ujar Kibum kemudian segera melayangkan ciuman ke bibir Rika yang tipis dan halus itu dengan cepat. Tidak membiarkan gadis itu menolak ataupun menghindarinya.

Tubuh Rika begitu kaku hingga benar-benar tidak dapat bergerak maupun bergeser satu inci pun. Kini ia merasa seperti boneka. Membiarkan Kibum menjajah bibirnya sesuka hatinya tanpa perlawanan. Tetapi hati Rika saat ini pun tidak menentu. Jantungnya yang sangat cepat berdegup membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan paru-parunya sudah tidak dapat bekerja dengan normal.

Kibum terus saja menciumi bibir gadis itu. Menjadikan gadis yang ia cintai sebagai tempat memuaskan nafsu serta amarahnya tanpa ia sadari. Ia terus melakukannya sebelum seseorang tiba-tiba saja masuk dan menarik Kibum  menjauh dari Rika. Namja itu segera meninju wajah Kibum dengan kuat hingga jatuh tersungkur di lantai kelas. Sedangkan Rika saat itu masih saja mematung tidak bergerak. Ia menangis tanpa suara sejak Kibum menciumnya, kemudian pingsan di lantai dengan tiba-tiba.

Kedua namja itu sontak menghampiri Rika. Kibum dan Jinki begitu panik. Tetapi Jinki tidak mau membiarkan Kibum menyentuh gadisnya sedikit pun, kemudian membawa Rika pergi dengan mengangkat tubuh yang sudah begitu lemah itu.

Kibum menjatuhkan dirinya ke lantai. Ia terduduk dengan perasaan menyesal yang begitu dalam. Hatinya bahkan jauh lebih sakit sekarang. Harusnya ia tidak melakukan hal bodoh seperti itu. “Babo choreom!” rutuknya pada diri sendiri.

Jinki segera meminta bantuan temannya yang ia temui di sekolah itu tanpa sengaja. Kebetulan gadis itu memiliki mobil untuk mengantar Rika ke rumah sakit.

Sepanjang perjalanan Jinki begitu khawatir. Wajah Rika begitu pucat dan tangan gadis yang kini ia genggampun terasa sangat dingin di tangannya. Jinki menangis. Air matanya membasahi pipi Rika dengan kepala Rika yang ia sandarkan pada pahanya. Ia merasa tidak berguna karena tidak bisa melindungi orang yang ia sayangi.
______

Rika membuka matanya di hadapannya ada seorang wanita yang dengan setia menunggunya siuman. Itu adalah Ibu Rika. Dia begitu khawatir pada anaknya, sama seperti adik, ayahnya serta Jinki.

“Mama!” panggil Rika pelan.

“Rika!” panggil Bu Indah semangat ketika melihat anaknya telah sadar.

Semua orang yang berada di sana pun segera menghampiri Rika.

“Kamu tidak apa-apa nak?” tanya Bu Indah khawatir.

“Aku baik-baik saja Ma.”

“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Pak Wibowo.

Rika kembali teringat apa yang telah membuatnya seperti ini, karena itu ia mulai menangis. “Aku takut Pa,” ujar Rika di sela tangisnya.

“Ada apa?” tanya Ibu Indah semakin khawatir.

Tetapi Rika hanya menggeleng. Ia tidak mau menceritakan apa yang baru saja menimpanya. Ia begitu malu mengatakannya pada keluarganya. Sama seperti Jinki, ia juga tidak berani mengatakannya karena ia tahu itu bukan haknya. Karena itu, ketika Pak Wibowo bertanya padanya, Jinki hanya bisa menjawab tidak tahu.

 Melihat Rika yang seperti itu membuat hati Jinki sakit. Rasanya ia benar-benar marah pada Kibum.

______

Pagi ini Jinki segera mendatangi kelas Rika. Bukan karena mencari Rika. Hari ini yeoja itu tidak masuk sekolah karena sakit. Ia memang sangat marah saat ini. Sejak kejadian itu Jinki memang sudah menahan diri untuk melampiaskan kemarahannya pada Kibum yang sekarang sudah tidak bisa ia tahan lagi.

Jinki memasuki kelas itu dan menghampiri Kibum, kemudian begitu saja mencengkeram kerah seragam Kibum dengan kencang. “Ikut aku!” ujar Jinki marah.

Yah! Ada apa?” tanya Minho seraya menahan tangan Jinki dengan menggengam pergelangan tangan Jinki.

“Kamu diam saja, Minho-ah! Aku punya urusan yang harus kuselesaikan dengannya sekarang,” bentak Jinki.

“Tapi....”

“Biarkan dia Minho-ya!” perintah Kibum.

Akhirnya Kibum di seret paksa oleh Jinki menuju pekarang belakang sekolah. Sedangkan Minho segera menelepon teman-teman yang lain untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi.

Beberapa menit kemudian Jinki segera melayangkan tinjunya kembali setelah kemarin melakukan hal yang sama di kelas. Kibum kembali terjatuh. Cairan merah segar mengalir dari sudut bibirnya. Tetapi ia tidak terlihat marah. Ia hanya mengusapnya dengan punggung tangannya.

Setelah itu Jinki kembali mencengkeram kerah seragam Kibum hingga membuatnya berdiri di hadapan Jinki. “Kau membuatnya sakit!” bentak Jinki hilang kendali.

Di saat itu ketiga temannya telah datang dan segera melerai mereka. Jonghyun yang merupakan sepupu Kibum segera memegangi Kibum yang terlihat lemah. Sedangkan Taemin dan Minho menahan Jinki yang sudah memberontak untuk segara kembali menghajar Kibum.

“Kau kenapa Hyung?” tanya Taemin panik.

“Lepaskan aku! Dia sudah membuat Rika-ya sakit! Dia sudah membuatnya ketakutan dan sudah mencium gadisku seenaknya!” teriak Jinki dengan penuh amarah.

Semua yang mendengar terbelalak. Tetapi Minho dan Taemin tidak mengurangi kekuatan mereka untuk tetap menahan Jinki.

Tiba-tiba otot Jinki melemas dan duduk bersimpuh hingga pada akhirnya dua orang yang berada di antaranya segera melepaskan genggaman mereka dari lengan Jinki. “Aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku. Dia ketakutan. Laki-laki itu menciumnya. Dia menangis dan pingsan di hadapanku. Ia bahkan begitu diam padaku sekarang. Bagaimana aku bisa sabar? Apa yang harus aku lakukan?” tanya Jinki seraya meneteskan air matanya.

Minho dan Taemin memeluk Jinki, sedangkan Jonghyun menatap Kibum tidak percaya. “Kau laki-laki jahat Kibum-ah!” itu adalah kata-kata yang Jonghyun sampaikan melalui tatapannya, kemudian mengikuti Taemin dan Minho yang memegangi Jinki dengan kakinya yang lemas pergi dari tempat itu.

Kibum yang kini duduk bersimpuh. Rasanya ini benar-benar neraka untuknya. Ia begitu sedih melihat sahabat-sahabatnya membencinya seperti itu.

______

Seperti rencana mereka. Setelah pulang sekolah mereka tidak segera pulang ke rumah masing-masing. Mereka pergi ke rumah Rika untuk menjenguknya. Ini adalah salah satu cara menunjukkan kepedulian mereka pada gadis itu. Mereka adalah Jinki, Jonghyun, Taemin, Minho dan Jungeun. Gadis itu sudah melupakan amarahnya pada Rika setelah mendengar apa yang sudah menimpanya lewat mulut Minho. Rasanya gadis itu benar-benar sedih.

Seorang wanita paruh baya memasuki sebuah kamar. Dilihatnya anaknya tengah berbaring dengan posisi miring di atas ranjangnya.

Bu Indah segera menghampiri anak perempuannya itu kemudian duduk di tepi kasur dan memegang bahu gadis itu. “Rika!” panggilnya lembut.

Gadis manis itu segera merubah posisi tidurnya menghadap sang ibu. “Iya Ma.”

“Teman-temanmu datang untuk menjengukmu.”

“Siapa Ma?”

“Empat orang laki-laki dan seorang gadis. Tetapi kenapa laki-lakinya sebanyak itu dan perempuannya hanya satu? Jangan-jangan teman-temanmu yang tampan itu manyukaimu,” canda Bu Indah.

“Ah Mama. Tapi siapa gadis itu? Apa itu Jungeun?”

“Mama tidak tahu. Jadi bagaimana? Apa mereka semua boleh masuk?”

“Jangan semua! Biarkan gadis itu yang masuk lebih dulu!”

Bu Indah mengangguk kemudian segera keluar. Tidak lama kemudian Jungeun pun masuk ke kamar Rika. Gadis itu melihat sahabatnya tengah menyandarkan punggungnya pada bantal. Rika terlihat lemah dan pucat.

Jungeun berjalan pelan menuju Rika dan berhenti tepat di samping kasur gadis itu.

“Duduklah!” perintah Rika.

Jungeun pun duduk diam di tepi kasur. Rika segera meraih tangan Jungeun yang tergeletak di kasurnya dan menggenggamnya dengan tangannya yang lemas.

“Terima kasih sudah mau menjengukku. Dan, maafkanaku! Aku benar-benar menyesal mengatakan kata-kata yang membuatmu sakit hati.”

“Tiadak apa-apa. Harusnya aku tahu Kibum memang bukan laki-laki yang baik, semua siswa sekarang tahu itu. Lalu bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja. Tetapi apa maksudnya semua siswa tahu dia jahat?”

“ Sebenarnya tadi terjadi perkelahian antara Kibum dan Jinki. Jinki tadi mengampiri Kibum di kelas, dan ia terlihat sangat marah,” ujar Jungeun menjelaskan.

“Lalu apa yang terjadi?” tanya Rika penasaran.

“Aku tidak tahu karena mereka kemudian pergi dari kelas. Tapi karena kejadian itu banyak gosip tidak jelas beredar tentang kalian. Di katakan mereka berdua memperebutkanmu. Dan bahkan ada yang bilang kau tidak masuk karena kau dihamili Kibum.”

“Mwo?! Kenapa bisa begini? Lalu bagaimana dengan Kibum sendiri?”

“Dia terlihat tidak baik. Dia menjadi sangat murung dan pendiam. Bahkan mereka sudah, maksudku Minho dan yang lainnya sudah menjauhi Kibum.”

“Kau sendiri bagaimana? Apa kau tahu apa yang terjadi padaku sebenarnya?”

Jungeun mengangguk. “Minho mengatakannya padaku kalau Kibum sudah....” Jungeun tidak mau melanjutkan kata-katanya kemudian merunduk sedih.

“Sebenarnya itu bukan salah Kibum. Ini murni kesalahku. Andai aku bersikap baik dan mau mendengarkannya pasti tidak akan berakhir seperti ini,” ujar Rika dalam sesal yang dalam. “Tolong kau jangan jauhi dia! Saat itu dia hanya sedang marah dan tidak bisa mengendalikan emosinya. Aku benar-benar menyesal membuat Kibum menderita seperti ini, padahal dia laki-laki yang baik.”

“Baiklah.”

“Sekarang tolong panggilkan yang lainnya!”

Jungeun menurut kemudian keluar. Beberapa menit kemudian kamar Rika pun menjadi sangat ramai.

Sekitar satu jam kemudian setelah mengobrol dan bercanda beberapa lama mereka pun keluar. Tetapi mereka pergi tanpa Jinki dan menunggunya di luar. Saat itu Rika memang hanya ingin bicara berdua saja dengan kekasihnya itu.

“Tolong maafkan Kibum-ssi!”

“Mwo?! Dia sudah memperlakukanmu seperti itu Rika-ya! Apa kau tidak marah?” tanya Jinki heran.

“Ini salahku Oppa. Dia sudah mengatakan bahwa ia menyukaiku, tetapi aku tidak mau mendengarkannya dan tidak mau memberikannya kesempatan. Aku bahkan melukai hatinya begitu dalam. Aku bersalah padanya Oppa,” ujar Rika berusaha memberikan penjelasan.

“Sebaiknya kita bicarakan itu lain waktu. Aku harus pulang sekarang. Yang lain sudah menungguku di luar,” pamit Jinki kemudian pergi dengan perasaan kecewa.

______

Di luar rumah Rika. Tepatnya di balik sebuah pohon berdiri seseorang dengan menyadarkan tubuhnya pada pohon itu dengan wajah sedihnya yang sama sekali belum berubah sejak kejadian tadi pagi di sekolah.

Kibum menunggu di bawah pohon itu. Melihat para sahabatnya tengah menjenguk gadis yang telah ia lukai. Bahkan ia sudah tidak tahu lagi apa mereka sama-sama menganggapnya sahabat. Ia memang sengaja menyembunyikan diri agar tidak ketahuan.

Setelah menunggu sekitar satu jam lebih akhirnya ia melihat mereka keluar dan pergi meninggalkan rumah itu. Tetapi Kibum pun tidak segera beranjak dari tempatnya. Ia juga tidak berniat untuk menjenguk gadis itu. Ia terlalu malu untuk melakukannya dan terlalu takut. Karenanya ia hanya melihat gadis itu melalui kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya. Meskipun yang ia lihat hanya sebuah jendela kaca yang tertutup dengan tirai yang tidak mengizinkannya untuk melihat isi kamar itu.

Kibum berdiri dengan memasukkan kedua tangannya pada saku jaketnya. Ia merunduk melihat kaki kananya menendang-nendang rumput di bawahnya. Di saat itu justru Rika membuka jendelanya. Ia berniat untuk memberi kesempatan angin malam memasuki setiap sudut kamarnya dan memberi sedikit udara dingin. Tetapi matanya membulat ketika melihat sesosok namja yang berdiri diam dengan bodohnya.

Gadis itu segera turun dan keluar dari rumahnya. Menghampiri namja itu dengan penuh rasa bersalah. “Kibum-ssi!” panggil Rika dari jarak sepuluh meter dari Kibum.

To be continued....
______

Minho        : “Sebenarnya apa yang terjadi?”

Kibum        : “....Ini sungguh sudah sangat terlambat.”

Minho        : “Itu karena aku... itu karena...”
.......................

Kibum        : “Kau menyukainya?”
______

Rika            : “Apa hari minggu nanti ada waktu?”

Jonghyun    : “Minggu?”

Rika            : “Ne. Aku mau mengajakmu bermain dan lunch. Jadi apa bisa?
______

Ayo! Siapa yang tahu kelanjutannya? Apa mereka berantem? Tau berbaikan? Baca kelanjutannya yang aku aja nggak tahu kapan postingnya lagi. Kemungkinan nggak sampe satu minggu kok! Sabar ya kalo yang penasaran!

Note: R/R

PLEASE BERI KOMENTAR AGAR AKU SEMANGAT BUAT MENULIS KELANJUTAN CERITANYA DAN AGAR AKU CEPET POSTING JUGA! KOMENTARMU, SEMANGATKU! CAYO!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar